Jakarta (KABARIN) - Kebiasaan duduk di toilet sambil memainkan ponsel lebih dari 15 menit setiap hari dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti wasir, menurut seorang dokter ahli bedah kolorektal dan gastrointestinal di India.
Ahli bedah kolorektal dan gastrointestinal di Manipal Hospital Whitefield, Dr. Manjunath Haridas, menjelaskan bahwa durasi terlalu lama saat buang air besar dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan pencernaan jika dilakukan secara rutin.
"Aktivitas yang tampaknya tidak berbahaya ini dapat meningkatkan risiko wasir serta gangguan pencernaan lainnya jika dilakukan secara teratur," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Kamis (14/5).
Ia menuturkan, duduk di toilet selama 10 hingga 15 menit atau lebih setiap hari dapat memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah di area rektum dan anus.
"Seiring waktu, tekanan ini menyebabkan pembuluh darah membengkak, yang mengakibatkan wasir yang menyakitkan disertai gatal dan pendarahan saat buang air besar," katanya.
Menurut Dr. Haridas, penggunaan kloset duduk modern bergaya Barat juga dapat memperburuk kondisi karena posisi duduknya memberikan tekanan lebih besar pada area rektum dibandingkan posisi jongkok alami.
Kebiasaan tersebut, bila disertai penggunaan ponsel yang membuat seseorang bertahan lebih lama di toilet, dapat memperparah gangguan pada sistem pencernaan dan kesehatan rektal.
Ia juga menambahkan bahwa duduk terlalu lama saat mengalami sembelit dengan harapan memperlancar buang air besar justru berpotensi memperburuk kondisi.
"Tekanan berlebihan memengaruhi otot-otot dasar panggul dan fungsi usus. Bahkan ada kemungkinan terjadinya fisura anus dan prolaps rektum," katanya.
Dr. Haridas menekankan pentingnya menghindari penggunaan ponsel di toilet agar tidak membuat waktu duduk menjadi berlebihan.
Selain itu, ia juga menyarankan untuk menjaga pola makan tinggi serat, cukup minum air, serta rutin berolahraga guna menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026